Sunday, June 07, 2009

lha misalkan seandainya

ini kan saya cuma berandai-andai..
seandainya saya itu adalah seorang mahasiswa yang cakap cerdas nan bijaksana...
apa yang sekiranya dapat saya perbuat untuk menghadapi derasnya hujan malam ini???

uwahhh....

seperti juga sudah lamanya tak ku posting apapun di dalam blog ini...
sudah lama juga sebuah tempat yang sebelumnya sering kududuki kutinggal pergi...
saat ku kembali beranu tuk duduk lagi.
nyaring suara kudengar...
hanz.., dengaren... (hanz, tumben...)
dan dalam hatikupun aku bertanya,...
apa iya ya? selama itukah aku pergi dari kediamanku,
hingga aku tak lagi dikenali?
hingga tak ada lagi alasan aku boleh disini..
hahaha mesakke aku pak!

Sunday, January 18, 2009

hmm tahun baru sudah lewat

percaya sajalah
kehendakNya jadilah,
bukan berati kau boleh menyerah

Saturday, December 20, 2008

maju

berlangkah-langkah sudah coba dijalani...
kawan-kawanku sudah tak ragu melaju...
sementara di sini, aku masih berkutat dengan mengenali diri...

Monday, December 01, 2008

oooh lelah...

yah,
keluh kesah menyembul kembali dari sela-sela gigi..
sedang lelah, jiwa raga...

Wednesday, November 05, 2008

basah kuyup

terasa juga tiga hari lamanya,
lalu-lalang melaui jalur yang sama,
diterpa percik air...diguyur...
aku basah kuyup...

lembaran pelindung yang kukenakan tak jua membuatku terjaga kering
melintasi jalanan yang mulai hening,
ditinggalkan para pecintanya,
telanjur basah kuyup...

Saturday, November 01, 2008

hujan rintik-rintik

tepat tengah hari, ketika mentari kembali meredup oleh arakan mendung
saat makhluk-makhluk perancang gambar komunikasi sedang semarak dengan pemujaan mereka atas solidaritas
yah.. begitulah kerja-keras bukan sesuatu yang asing bagi sebagian mereka..
bisa dibilang kegemaran mereka itulah...
meski tak sesedikit jumlah jemari yang tak melebur ke dalamnya..

hujan siang ini tak kemudian berarti sebuah ratapan...
hujan siang ini hanyalah sebuah isian dari rentetan pengharapan...

Thursday, July 24, 2008

huatchiii....

huatchiii...
(ceritanya buat efek suara, hasil bersinku)

yah, maklumlah
efek dari udara dingin kota malang yang dengan sukses membangunkanku saat matahari masih belum melek... hehehe
padahal biasanya di jogja juga sedingin ini kalo menjelang pagi meski dia gak bisa sukses membangunkanku...

yah.. gak papalah, bangun agak pagi..
itung-itung meng-amin-i post di bawah...(baca lalala)
lagian lagi di malang ini, kota yang udah cukup lama gak kukunjungi...(dulu waktu sd sering banget)

hahaha... kota malang..
dingin..
airnya masih bersih..
udara suejuk..
dan sebagainya...
dan sebagainya...

memporak-porandakan rumah bercat pink pastel yang dijadikan sarang pendekar tweety burung kenari...
berlompatan kesan-kemari...
tralala-trilili lah pokoknya...
menikmati liburan, sambil menanti kedatangan pianis kita tercinta, pianis kita terbarbar...
wuoooo....

berhubung si sapi sudah susah payah membuatkan indomi...
maka..
dengan ini...

saya makan dulu yaaa...


hepi holidei ^^

Saturday, July 19, 2008

lalala

lalalala...
aku bersenandung lirih ke arah birunya langit pagi hari ini...
memandang arak-arakan awan putih yang menggumpal penuh kehangatan...
sembari sekali waktu kupejamkan mataku, berkonsentrasi menikmati kehangatan mentari...
meluruskan kakiku yang masih dingin dihembus angin semalam, agar hangat mentari mau singgah sejenak...

pagihari memang nikmat buat tubuhku, dan lagi buat pikiranku...
sayap kecil mulai merekah dari otakku...
mengajakku melayang tinggi, menuju tak tebatasnya ruang imaji...
membayangkan apapun yang aku ingin...
melompat, berputar, terbang...
tersenyum

ayo!!!
ikut aku!!!

Tuesday, July 01, 2008

aku diramal pengen melamar

saat itu kusodorkan kedua telapak tangan kusamku yang berdebu...
'udah yang kanan aja',sang peramal berkata halus padaku
detik-demi deti, mata si peramal mulai menyusur garis-garis tanganku
dan mulut mungilnya mulai menuturkan apa yang ia baca...
'hmm.., kamu seorang yang pencemas'
dan aku yang benar merasa demikian pun mengiyakan sementara si peramal terus membaca
'kamu orang yang berprestasi'
'kamu mandiri, meski hidupmu tak pernah jauh dari pertolongan orang lain'
wow,sedikt lega karena menurutku apa yang dibacanya cukup baik...
sebentar kemudian mulutnya kembali bertutur...
'dalam hidupmu, hanya dua kali kamu benar-benar bisa mencintai...'

hyaaa...

besok...

besok,
akan ada lebih banyak hal yang harus aku kerjakan...
baik hal-hal yang sudah lama ku inginkan...
juga beberapa hal yang mau tidak mau harus dilakukan...

siap tidak siap, besok akan segera tiba...
mampu tidak mampu...
aku sudah memutuskan...
dan dipaksa memutuskan...

mau tidak mau...
harus....

Tuesday, June 17, 2008

hutang!

mennapaki lahan yang baru, tanpa ingin meninggalkan lahan yang belum selesai kugarap..
diversivikasi?
sia-sia?
beresiko tinggi?
percuma?

wah..
tapi aku sudah mantab, sepenuh hati...
aku berjanji..

tanganku memang cuma sepasang,
tapi tak boleh sampai jadi penghalang akan apa yang ingin kuraih...

kakiku juga hanya sepasang...
tapi bukan berarti aku hanya bisa berangan untuk melangkah lebih...

mataku minus, sudah rusak...
tapi bukan hanya yang terlihat saja yang ingin kulihat...

mulutku cuma satu..
dan aku bersyukur atas itu..

supaya tak hanya koar yang kukumandangkan..
tapi juga sebuah bukti..

aku berjanji...

Tuesday, June 03, 2008

aku berjanji..

dikuasai emosi bukanlah keadaan yang nyaman..
meski juga tidak dapat dikatakan seratuspersen mengerikan...

fuh..

mengendalikan diri..
kerap didengar ketika dahulu celana pendek merah masih menjadi kebanggaanku..
bahkan ketika dia berubah menjadi biru, dan kemudian memanjang menjadi kelabu...
hanya saja, yang namanya pelajaran sekolah...
apalagi yang tergolong membosankan...
hanya meliuk-liuk diantara kedua liang telinga, tanpa pernah sempat masuk...

yah, inilah jadinya...
tidak pernah benar-benar berusaha untuk jadi...
mudah menghentikan perjuangan, mudah meletakkan tangan...
membiarkan raga diambil alih oleh sepasukan besar laskar emosi...

bisa bergerak...
tapi bukan karena kehendak...
terkendali oleh sesuatu yang tak mampu kukendali...
meledak besar...
membentuk menara api yang menjilati sisi kanan dan kiri...
menjadikan segalanya hangus...

menjadi arang sudah...
masih bersisa bara...
tak tertolong...
padahal aku sudah berjanji...

"....."

"sayangnya aku memang benar-benar bajingan yang bodoh..."

Sunday, May 25, 2008

aduh kepalaku penghijauan

zzzZZZZ...

phew...

wah sungguh hebat rasanya bermalas-malasan...
padahal sudah kupejamkan mataku sebelum tengah malam,
namun ternyata yang terjadi sungguh di luar dugaan...
kedua mataku kembali terbuka dan ragaku kembali tersadar,
pukul tiga, ketika teman-teman yang taat sedang menjalankan shalat azhar...

wew...
gila-gilaan,
bangun tidur ku terus makan...

hahaha..
setelah perut terisi penuh, barulah aktivitas normal bisa mulai dijalankan..
mendelik (melotot) di depan monitor komputer menjadi pilihan...
bermain dengan bentuk, warna, dan aksara... menyenangkan...

hal yang kurang diharapkan kemudian terjadi..
biarlah,
byurr...
segarnya air baru kurasakan saat bintang dan bulan tengah menari-nari...
pikirku, cerianya mereka harus kuimbangi..
tak boleh sedih hatiku ini..
hahahaha...

mari makaan...(lagi)
kenyang,
lebih kenyang...
sangat kenyang...
uahhh...kenyang...

dan kembali bermalasan...
zzzZZZZ....

Thursday, May 22, 2008

Melihat dari Jauh

Seperti lagu yang dialunkan oleh Koes Plus, Indonesia memang bisa dibilang tanah surga. Keindahan dan kekayaan alam yang dianugerahkan Tuhan pada sudut Sabang sampai ujung Merauke memang aduhai (meski saya belum pernah melihat langsung). Tak perlu jauh-jauh, bahkan di sektar Yogyakarta dan Jawa Tengah saja banyak pemandangan yang menakjubkan. Serasa disuguhi tempat wisata di segala sudutnya.

Indahnya anugerah Tuhan tampaknya kurang diimbangi dengan tingkah laku ciptaan-Nya yang paling mulia, menarik Saya katakan demikian karena pengamatan saya sendiri ketika mengunjungi salah satu objek wisata yang cukup aduhai di Jawa Tengah. Ketep Pass, kawasan yang menyuguhkan pengalaman untuk melihat pemandangan alam dari pegunungan. Tentunya selain itu, masih ada objek andalan yaitu mengamati dua sejoli Merapi dan Merbabu dari gardu pandang yang telah disediakan. Indah memang, meski kala itu si kembar sedang berselimut mendung.

Namun pengalaman melihat jauh ke arah Merapi dan Merbabu, serta sawah yang terhampar di segala penjuru tidak diimbangi ketika sejenak kita menundukkan kepala. Melihat rerumputan yang ada di sela-sela kaki kita. Karya-karya diskomvis bertebaran di sana, tanah Ketep Pass menjadi media promosi gratis bagi Indomie dan sepupunya Pop Mie. Buka hanya oleh pengunjung yang mungkin masih (seharusnya tetap tidak) dimaklumi karena rasa kepemilikannya yang kurang, namun para pedagang yang kenyang-tidak perutnya hari ini bergantung pada pesona Ketep yang mendatangkan rombongan pengunjung juga berbuat sama, bahkan lebih parah.

Enaknya semangkuk Indomie hangat ditemani tempe goreng sambil disuguhi hawa sejuk dan pemandangan indah ternyata harus dibayar sangat mahal. Bukan oleh lembaran rupiah, tetapi oleh hamparan sampah. Manusia memang curang, kesadaran akan kebutuhannya untuk merawat kesehatan jiwanya melalui kegiatan berwisata tidak dibarengi dengan kesadaran untuk sekadar tidak mengotori alam tempat manusia mengistirahatkan jiwa. Tidak hanya membuang penat, karena ternyata juga membuang sampah sembarangan.

Lalu bagaimana dengan tempat sampah, tidak adakah mereka di Ketep, sehingga membuat para pengunjung dan pedagang seolah tak pernah mendengar anjuran buanglah sampah pada tempatnya kala duduk di bangku sekolah? Adakah usaha dari kawasan ini untuk menjaga kelestarian ligkungannya? Atau untuk sekadar mempertahankan keindahan alam yang menjadi suguhan utamanya? Atau mungkin kita para manusia memang sudah terlalu bandel?

Ini juga menarik, karena bagaimanapun juga sarana pendukung telah dibuat, utamanya untuk kebersihan. Manusia tetap saja nakal. Mencari kenikmatan sebesar-besarnya dengan pengorbanan yang tentu saja sekecil-kecilnya. Bisa jadi mengulungkan sampah ke tempatnya menjadi hal yang butuh pengorbanan besar. Alasan tersebut boleh jadi sebagai pendukung gerakan buang sampah sembarang tempat.

Rasanya, berbicara muluk-muluk tentang lingkungan hidup menjadi percuma, jika menjaga kesadaran kita untuk tidak mengotorinya saja sudah sangat berat. Jangankan lingkungan sekitar kita tinggal, tempat yang kita sadari dan nikmati keindahnya dengan membayar sejumlah uang saja masih kita kotori. Jadi sekadar anjuran jika anda ingin menikmati keindahan wisata alam, buang pandangan anda sejauh mungkin. Mari melihat dari jauh saja, karena dari kejauhan kita bisa membayangkan betapa indahnya pesona alam tersebut tanpa perlu menemui promosi mi instan di bawah kaki anda. --,